Medan, Gelora Info — Penggunaan smarphone pada anak sebenarnya tidak selalu buruk, namun waktunya tetap perlu dibatasi. Terlalu lama menatap layar dapat memengaruhi berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari kesehatan fisik hingga kondisi mental. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan layar yang berlebihan bisa berdampak pada kualitas tidur, konsentrasi, hingga kemampuan belajar anak.
Paparan layar yang terlalu lama juga bisa membuat anak kurang bergerak dan mengurangi interaksi sosial secara langsung. Anak yang terlalu sering menggunakan gawai cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu untuk bermain di luar, berinteraksi dengan keluarga, atau melakukan aktivitas lain yang penting bagi perkembangan mereka. Akibatnya, kemampuan sosial, fokus belajar, hingga kesehatan fisik bisa ikut terpengaruh.
Karena itu, pembatasan waktu penggunaan smartphone tidak cukup hanya mengandalkan aturan saja. Peran keluarga juga sangat penting dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat. Orang tua perlu mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital, memberi contoh penggunaan gawai yang bijak, serta mengajak anak melakukan aktivitas lain seperti bermain, membaca, atau berolahraga agar waktu mereka tidak hanya dihabiskan di depan layar.








