Medan, Gelora Info — Tubuh yang tiba-tiba terasa lemas saat diet sering kali bukan tanda bahwa dietnya gagal, tetapi ada langkah yang kurang tepat. Banyak orang memotong kalori terlalu rendah atau makan melewati jam makan, padahal tubuh tetap membutuhkan pasokan energi stabil untuk beraktivitas. Kalau kebutuhan dasar ini tidak terpenuhi, tubuh mulai memberi sinyal lewat rasa pusing, lesu, sulit fokus, hingga mudah marah karena kadar gula darah tidak seimbang.
Kesalahan-kesalahan diet lain yang sering terjadi adalah membatasi satu jenis nutrisi secara ekstrem, seperti hampir tidak makan karbohidrat atau menghindari lemak sama sekali. Padahal tubuh butuh kombinasi karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral untuk menjaga metabolisme tetap normal. Ketika pola makan terlalu timpang, tubuh bukan hanya lemas, tetapi juga mudah lapar, sulit konsentrasi, dan bisa mengalami gangguan pencernaan.
Karena itu, banyak dokter mengingatkan bahwa diet seharusnya tetap memberi ruang bagi tubuh untuk bekerja dengan baik. Menyeimbangkan porsi makan, memastikan ada sumber energi yang cukup, meningkatkan asupan protein, serta menjaga hidrasi membuat tubuh tetap kuat meski sedang menurunkan berat badan. Pola seperti ini juga membantu diet lebih tahan lama tanpa membuat tubuh terus merasa kehabisan tenaga.








