Medan, Gelora Info — Seorang influencer bernama Fira Assegaf atau dikenal sebagai Sashfir mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual saat menggunakan toilet perempuan di sebuah restoran steik di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada April 2026, tetapi baru menjadi perhatian publik setelah Sashfir menceritakan pengalamannya melalui media sosial pada awal Oktober. Saat berada di dalam bilik toilet, ia melihat sebuah benda berbentuk kotak yang diduga merupakan ponsel disodorkan dari bagian atas bilik. Sashfir kemudian menyadari bahwa dirinya kemungkinan sedang direkam secara diam-diam tanpa persetujuannya.
Setelah menyadari kejadian tersebut, Sashfir segera keluar dari toilet untuk mencari orang yang diduga melakukan perekaman. Pria yang dicurigainya disebut berlari menuju lantai bawah hingga masuk ke area dapur restoran. Sashfir kemudian menyusuri area restoran dan meminta akses gedung dibatasi agar pria tersebut tidak pergi sebelum ditemukan. Ia mengingat sejumlah ciri fisik pria itu, termasuk postur tubuh tinggi, kulit kecokelatan, dan ponsel iPhone berwarna hitam. Ketika akhirnya menemukan pria yang dicurigai, Sashfir menyebut bahwa pria tersebut tidak mengakui perbuatannya. Ia pun memutuskan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
Kasus tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah pihak, termasuk pria yang dilaporkan, tetapi hingga 9 Oktober 2026 belum menetapkan tersangka. Sashfir mengaku kejadian tersebut menimbulkan trauma hingga membuatnya membutuhkan waktu untuk kembali merasa aman, termasuk saat menggunakan toilet di tempat umum. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak restoran yang disebut telah bersikap kooperatif dan mengambil tindakan terhadap pegawainya.







