Keracunan Makanan Ternyata Juga Bisa Berpengaruh ke Ingatan, Simak Penjelasan Dokter

· 2 menit baca
taruma-gif
kaisar-gif
Keracunan Makanan Ternyata Juga Bisa Berpengaruh ke Ingatan, Simak Penjelasan Dokter

Medan, Gelora Info — Keracunan makanan selama ini lebih sering dikaitkan dengan gejala seperti mual, muntah, diare, sakit perut, dan demam. Namun, dalam kondisi tertentu, keracunan makanan juga bisa berdampak pada sistem saraf dan fungsi otak, termasuk kemampuan mengingat. Hal ini menjadi perhatian setelah muncul kasus anak yang mengalami gangguan ingatan setelah diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut membuat banyak orang bertanya apakah keracunan makanan memang bisa sampai memengaruhi daya ingat.

Dokter menjelaskan, gangguan pada fungsi otak dapat terjadi jika keracunan menyebabkan kondisi yang cukup berat, misalnya dehidrasi parah akibat muntah dan diare. Kekurangan cairan dan gangguan keseimbangan elektrolit dapat mengganggu kerja otak. Selain itu, beberapa jenis bakteri atau racun yang dihasilkan dari makanan juga dapat menyerang sistem saraf. Dalam kasus tertentu, infeksi akibat makanan bahkan bisa menyebabkan peradangan pada otak atau selaput di sekitar otak. Karena itu, gangguan daya ingat setelah keracunan tidak bisa langsung dianggap sebagai gejala biasa dan perlu diperiksa lebih lanjut.

Tetapi, bukan berarti setiap orang yang mengalami keracunan makanan akan mengalami hilang ingatan. Kondisi tersebut tergantung pada penyebab keracunan, tingkat keparahan, jenis racun atau infeksi yang terlibat, serta kondisi tubuh masing-masing. Jika setelah keracunan seseorang mengalami kebingungan, kejang, sulit berbicara, tidak mengenali orang di sekitarnya, atau perubahan daya ingat yang cukup jelas, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan. Dokter perlu mencari tahu apakah gangguan tersebut benar-benar berkaitan dengan keracunan atau ada kondisi lain yang ikut memengaruhi fungsi otak.