Medan, Gelora Info — Kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia memburuk akibat meningkatnya polusi dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan kabut asap. Salah satu wilayah yang mengalami kondisi serius adalah Palembang, Sumatera Selatan, dengan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) yang dilaporkan mencapai 688 pada Rabu (14/10/2026). Angka tersebut masuk kategori berbahaya dan menunjukkan tingginya tingkat pencemaran udara. Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena udara yang tercemar mengandung partikel halus, seperti PM2.5, yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan bahkan mencapai aliran darah. Paparan polusi udara dapat menyebabkan iritasi mata, batuk, sesak napas, serta memperburuk penyakit pernapasan dan jantung. Oleh karena itu, selain menunggu penanganan pemerintah terhadap sumber polusi, masyarakat juga perlu mengambil langkah untuk melindungi kesehatan masing-masing.
Salah satu langkah penting adalah memeriksa kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah. Masyarakat dapat memantau indeks AQI melalui aplikasi atau situs pemantauan kualitas udara, kemudian menyesuaikan kegiatan berdasarkan tingkat pencemaran. Ketika kualitas udara buruk, sebaiknya kurangi aktivitas fisik di luar ruangan, terutama olahraga yang membuat napas lebih cepat. Jika harus keluar rumah, gunakan masker respirator seperti N95 atau KN95 yang terpasang rapat di wajah karena lebih efektif menyaring partikel halus dibandingkan masker kain biasa. Hindari pula area yang dekat dengan sumber asap, seperti lokasi pembakaran sampah atau kebakaran lahan. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki asma atau penyakit jantung dan paru-paru perlu mendapat perhatian lebih karena lebih rentan mengalami dampak kesehatan akibat polusi.
Perlindungan kesehatan juga perlu dilakukan ketika berada di dalam rumah. Tutup pintu dan jendela saat asap masuk ke lingkungan sekitar, serta gunakan pembersih udara dengan filter HEPA jika tersedia. Apabila menggunakan pendingin ruangan, pastikan udara yang masuk tidak membawa asap dari luar dan filter dirawat sesuai petunjuk penggunaan. Hindari menambah polusi di dalam rumah dengan membakar sampah, merokok, atau menyalakan lilin dan dupa selama kondisi udara memburuk. Selain itu, cukup minum air dan perhatikan kondisi tubuh, meskipun minum air tidak dapat menghilangkan partikel polusi yang sudah terhirup. Jika mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gejala pernapasan yang semakin parah, segera cari pertolongan medis. Langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi paparan polusi, tetapi tidak menggantikan upaya pengendalian sumber pencemaran dan pemadaman karhutla yang harus terus dilakukan.







