Medan, Gelora Info — Rumah yang berantakan ternyata bukan hanya membuat ruangan terlihat kurang nyaman, tetapi juga bisa memengaruhi kondisi psikologis. Ketika melihat barang menumpuk, pakaian berserakan, atau ruangan yang tidak tertata, seseorang bisa merasa lebih mudah stres dan kewalahan. Kondisi rumah juga dapat membuat pikiran terus merasa ada pekerjaan yang belum selesai. Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya hubungan antara cara seseorang memandang kondisi rumah dengan pola hormon kortisol yang berkaitan dengan respons tubuh terhadap stres.
Masalahnya tidak berhenti pada rasa stres. Rumah yang jarang dibersihkan juga dapat menjadi tempat menumpuknya debu, sampah, dan kotoran yang bisa mengganggu kesehatan. Lingkungan yang kotor juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, termasuk nyamuk pembawa penyakit demam berdarah dengue (DBD). Selain itu, kondisi rumah yang tidak rapi bisa membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih melelahkan karena penghuni membutuhkan waktu lebih lama untuk mencari barang atau membersihkan bagian yang sudah terlalu kotor.
Karena itu, menjaga rumah tetap bersih dan rapi bukan hanya soal membuat tempat tinggal terlihat lebih enak dipandang. Kebiasaan sederhana seperti merapikan barang setelah digunakan, membuang sampah secara rutin, membersihkan debu, dan memastikan tidak ada genangan air bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman. Rumah yang lebih tertata juga dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih mudah dan memberi ruang bagi tubuh maupun pikiran untuk beristirahat dengan lebih tenang.







