Medan, Gelora Info — Lonjakan populasi ikan sapu-sapu di sejumlah perairan, termasuk di kawasan Setu Babakan, membuat pemerintah mulai mengambil langkah tegas. Bahkan dalam satu operasi, jumlah ikan yang dimusnahkan disebut mencapai puluhan ton, menandakan bahwa populasinya memang sudah tidak terkendali dan perlu segera ditangani.
Ikan sapu-sapu sendiri termasuk spesies invasif yang bisa berkembang sangat cepat dan mampu bertahan di berbagai kondisi air. Masalahnya adalah ikan ini tidak hanya mendominasi perairan, tapi juga merusak ekosistem. Mereka memakan telur ikan lain hingga mengganggu keseimbangan habitat, bahkan bisa merusak struktur seperti tanggul dan dasar perairan.
Karena dampaknya cukup besar, penanganan dilakukan dengan cara penangkapan massal lalu dimusnahkan, biasanya dengan cara dikubur. Langkah ini memang terdengar ekstrem, tapi dianggap perlu untuk mengendalikan populasi agar tidak semakin merusak lingkungan. Selain itu, ikan ini juga tidak disarankan untuk dikonsumsi karena dalam beberapa kasus ditemukan kandungan zat berbahaya yang melebihi batas aman








