Tak Hanya Asap Jalanan, Jakarta Juga Diselimuti oleh Polusi Suara

· 2 menit baca
kaisar-gif
dynasty-gif
Tak Hanya Asap Jalanan, Jakarta Juga Diselimuti oleh Polusi Suara

Medan, Gelora Info — Jakarta selama ini sering dikaitkan dengan polusi udara akibat padatnya kendaraan dan aktivitas perkotaan. Padahal, ada jenis polusi lain yang juga sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, yaitu polusi suara. Suara kendaraan, klakson, proyek pembangunan, hingga aktivitas di jalanan dapat membuat tingkat kebisingan di lingkungan perkotaan terus meningkat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri mencatat bahwa kebisingan termasuk salah satu gangguan lingkungan yang perlu diperhatikan karena dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.

Paparan suara yang terlalu keras atau berlangsung terus-menerus tidak hanya membuat telinga terasa tidak nyaman. Kebisingan juga dapat mengganggu konsentrasi, komunikasi, dan kualitas tidur. Dalam jangka panjang, paparan kebisingan berulang dapat memicu stres pada tubuh dan meningkatkan risiko gangguan pendengaran. Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menyebut kebisingan berlebihan dapat berkaitan dengan gangguan tidur, stres, kecemasan, hingga masalah kesehatan fisik seperti tekanan darah tinggi.

Karena itu, polusi suara perlu mendapat perhatian seperti halnya polusi udara. Kebisingan yang sudah dianggap biasa karena menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari tetap dapat memberikan dampak jika seseorang terus-menerus terpapar. Mengurangi sumber suara yang tidak perlu, menjaga volume perangkat audio, dan menciptakan lingkungan yang lebih tenang dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi paparan kebisingan dalam kehidupan sehari-hari. Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa lingkungan yang bising merupakan salah satu faktor risiko gangguan pendengaran yang sebenarnya dapat dicegah.