Medan, Gelora Info — Program gentengisasi yang berencana mengganti atap seng rumah warga dengan genteng tanah liat dinilai belum terlalu mendesak di tengah keterbatasan anggaran negara. Sejumlah ekonom menilai bahwa kondisi keuangan negara saat ini masih harus menanggung banyak kebutuhan penting, sehingga pemerintah perlu lebih selektif dalam menentukan prioritas belanja.
Menurut pandangan tersebut, meskipun gentengisasi memiliki tujuan memperbaiki kualitas hunian, ada sektor lain yang dianggap lebih mendesak untuk didahulukan, seperti pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat. Dengan anggaran yang terbatas, setiap program baru perlu dipertimbangkan dari sisi manfaat langsung dan dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Karena itu, muncul saran agar rencana gentengisasi dikaji lebih dalam atau dijalankan secara bertahap. Pendekatan ini dinilai bisa membantu pemerintah tetap menjaga fokus pada kebutuhan dasar masyarakat, sambil memastikan penggunaan anggaran negara tetap efisien dan tepat sasaran.








