Medan, Gelora Info — Pasca banjir di Aceh Tamiang, kebutuhan dasar seperti bahan makanan dan listrik mulai terpenuhi di sebagian wilayah, tetapi tantangan baru muncul saat warga berjuang membersihkan sisa lumpur yang menutupi fasilitas umum dan rumah penduduk. Sisa endapan lumpur ini tidak hanya membuat jalan dan halaman rumah terlihat rusak, tetapi juga mengganggu mobilitas dan kebersihan lingkungan yang perlu segera ditangani.
Untuk mempercepat proses pembersihan, warga setempat dan pemerintah daerah mengajak relawan dari berbagai daerah untuk bergotong-royong membersihkan lumpur di area fasum dan pemukiman. Pekerjaan ini membutuhkan banyak tenaga karena lumpur telah mengeras di sejumlah titik dan menutupi fasilitas penting seperti sekolah dan tempat ibadah.
Sejumlah relawan yang sudah mulai berdatangan membantu mengangkat lumpur dan membuka kembali akses jalan. Warga juga saling bahu membahu menyiapkan peralatan pembersih dan mengatur jadwal kerja agar proses berjalan lebih tertata.








