Medan, Gelora Info — Ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 tercatat tumbuh sekitar 5,6 persen. Angka ini melampaui perkiraan banyak pihak, apalagi sebelumnya sempat muncul kekhawatiran soal kondisi APBN dan isu penurunan saldo kas negara. Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, menyebut pertumbuhan ini menjadi sinyal positif di tengah banyaknya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi nasional.
Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh meningkatnya belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat selama Ramadan serta Lebaran. Sektor seperti perdagangan, transportasi, hotel, dan restoran ikut mengalami kenaikan aktivitas. Selain itu, pemerintah juga disebut mempercepat belanja negara di awal tahun untuk menjaga perputaran ekonomi tetap stabil.
Namun meskipun terlihat positif, sejumlah ekonom menilai kondisi ini belum tentu langsung menjadi titik balik ekonomi Indonesia. Mereka mengingatkan masih ada tantangan seperti tekanan nilai tukar rupiah, harga energi global, hingga kondisi ekonomi dunia yang belum stabil. Pertumbuhan ekonomi saat ini dianggap sebagai sinyal baik, tetapi pemerintah tetap perlu menjaga pengelolaan anggaran dan stabilitas ekonomi agar pertumbuhan bisa bertahan dalam jangka panjang.








