Medan, Gelora Info — Literasi keuangan perempuan di Indonesia kembali jadi perhatian setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan adanya penurunan, sementara di saat yang sama justru terjadi peningkatan pada kelompok laki-laki. Perbedaan ini membuat jarak antara keduanya terlihat, padahal sebelumnya perbedaannya sempat dianggap tidak terlalu signifikan.
Data terbaru menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan perempuan berada di kisaran 65 persen, sedikit lebih rendah dibanding laki-laki yang berada di angka lebih tinggi. Artinya, masih ada cukup banyak perempuan yang belum sepenuhnya memahami produk keuangan, cara mengelola uang, hingga pengambilan keputusan finansial secara tepat . Kondisi ini cukup kontras karena akses terhadap layanan keuangan sebenarnya sudah semakin terbuka untuk semua kalangan.
Beberapa faktor ikut memengaruhi kondisi ini, mulai dari perbedaan pendapatan, beban tanggung jawab rumah tangga, hingga akses terhadap edukasi keuangan yang belum merata. Selain itu, meskipun penggunaan layanan keuangan terus meningkat, pemahaman yang mendalam soal pengelolaannya belum tentu ikut naik, sehingga kesenjangan ini masih terus terlihat dalam kejadian sehari-hari.







