Medan, Gelora Info — Banjir besar yang melanda wilayah Sumatera ternyata berdampak jauh hingga pasar komoditas global, termasuk harga kopi robusta. Produksi kopi yang terganggu akibat banjir membuat pasokan berkurang, sementara permintaan tetap tinggi, sehingga harga kopi robusta di pasar internasional melonjak tajam. Kondisi ini membuat petani, pedagang, dan pengamat pasar kopi terus memantau perkembangan harga yang belum kembali ke level normal.
Banjir telah merusak kebun kopi di sejumlah daerah penghasil robusta, terutama di Aceh dan Sumatera Utara. Tanaman yang terendam air dalam waktu lama berisiko mengalami kerusakan pada akar, buah, dan kualitas biji kopi itu sendiri. Akibatnya, panen menjadi berkurang dan biaya produksi meningkat karena diperlukan perbaikan lahan dan waktu pemulihan tanaman. Gangguan ini membuat kekhawatiran akan pasokan kopi robusta semakin nyata di tengah pasar global yang kompetitif.
Dampak kenaikan harga kopi robusta juga dirasakan di tingkat petani dan pedagang lokal. Banyak petani yang awalnya memiliki stok biji kopi untuk dipasarkan kini harus menunda penjualan atau mencari strategi baru agar bisa tetap bersaing. Sementara itu, pihak eksportir juga mencoba menyesuaikan kontrak dan harga jual di luar negeri agar tetap menarik bagi pembeli global.








