Medan, Gelora Info — Seorang warga di Karanganyar, Jawa Tengah, mengalami kejadian yang cukup bikin bingung saat akan menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Dalam sistem, dirinya justru tercatat sebagai orang yang sudah meninggal dunia, padahal ia masih hidup dan menjalani aktivitas seperti biasa. Kejanggalan itu diketahui ketika ia hendak mendapatkan layanan kesehatan, tetapi data kepesertaannya tidak bisa digunakan karena statusnya tercatat sudah meninggal.
Setelah mengetahui hal tersebut, pasien dan keluarganya mencoba mencari tahu bagaimana data tersebut bisa berubah. Dari penelusuran yang dilakukan, muncul dugaan bahwa data kepunyaannya digunakan oleh orang lain untuk mengakses layanan kesehatan. Akibatnya, identitas pasien masuk ke dalam sistem dengan keterangan yang tidak sesuai dan membuat dirinya harus mengurus kembali data BPJS agar status kepesertaannya bisa diperbaiki.
Kejadian ini tentu membuat pasien khawatir karena data pribadi yang seharusnya hanya digunakan untuk dirinya justru diduga dipakai oleh orang lain. Pihak terkait kemudian perlu menelusuri bagaimana data tersebut bisa sampai digunakan dan mengapa status pasien berubah menjadi meninggal. Selain memperbaiki data kepesertaan, pemeriksaan juga diperlukan untuk memastikan tidak ada penggunaan identitas pasien lainnya yang tidak diketahui oleh yang bersangkutan.







