Kebakaran Hutan Kalimantan Diduga Ada Keterlibatan Manusia, Bagaimana Nasib Satwa?

· 2 menit baca
dynasty-gif
oasis-gif
Kebakaran Hutan Kalimantan Diduga Ada Keterlibatan Manusia, Bagaimana Nasib Satwa?

Medan, Gelora Info — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan tidak hanya mengancam masyarakat, tetapi juga kehidupan satwa liar yang bergantung pada hutan sebagai tempat tinggal. Sejumlah masyarakat menduga kebakaran yang terjadi bukan semata-mata disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga ada campur tangan manusia. Kondisi ini membuat dampaknya semakin serius karena hutan yang terbakar merupakan habitat berbagai satwa, termasuk orangutan Kalimantan yang populasinya sudah terancam. Ketika hutan terbakar, satwa kehilangan tempat berlindung sekaligus sumber makanan dan air.

Dampak karhutla terhadap satwa juga tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Satwa yang selamat dari kebakaran bisa mengalami dehidrasi, gangguan pernapasan akibat asap, kekurangan makanan, hingga kehilangan jalur untuk berpindah karena habitatnya rusak. Kondisi tersebut dapat membuat satwa keluar dari hutan dan masuk ke area perkebunan atau permukiman warga. Di Kalimantan Barat, misalnya, sedikitnya sembilan orangutan harus diselamatkan dalam waktu kurang dari satu bulan karena habitat mereka terancam kebakaran.

Bagi orangutan, kehilangan habitat juga bisa meningkatkan risiko konflik dengan manusia karena mereka terpaksa mencari makanan dan tempat aman di luar kawasan hutan. Kerusakan hutan membuat ruang gerak mereka semakin sempit, sementara sumber pakan ikut berkurang. Beberapa satwa bahkan mengalami masalah kesehatan akibat terlalu lama terpapar asap. Kondisi orangutan bernama Sampurna menjadi salah satu contohnya. Ia ditemukan dalam keadaan lemah di perkebunan kelapa sawit dekat kawasan kebakaran dan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.