Medan, Gelora Info — Konflik di sekitar Selat Hormuz yang belum kunjung mereda mulai memberikan tekanan pada harga minyak dunia. Ketegangan yang terus berlangsung membuat pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah terganggu dan pasar semakin khawatir terhadap pasokan global. Harga minyak mentah Brent bahkan sudah kembali menembus US$100 per barel pada pekan ini, seiring meningkatnya gangguan di jalur perdagangan minyak tersebut.
Kenaikan harga minyak dunia ini ikut menjadi perhatian di Indonesia karena dapat memengaruhi harga BBM non-subsidi. Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan harga Pertamax dan BBM sejenis berpotensi berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter jika harga minyak dunia tidak kembali turun. Kondisi ini terjadi karena harga BBM non-subsidi mengikuti perkembangan harga minyak dan kondisi pasar global.
Selat Hormuz menjadi jalur yang sangat penting bagi perdagangan energi dunia karena sebagian besar minyak dari kawasan Teluk melewati jalur tersebut. Jika gangguan terus berlangsung, pasokan minyak global bisa semakin ketat dan harga berpotensi kembali naik. Badan Energi Internasional (IEA) juga memperkirakan gangguan aliran minyak dari kawasan Timur Tengah dapat berlangsung lebih lama akibat konflik yang masih berjalan. Kondisi tersebut membuat harga BBM menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan jika ketegangan di kawasan tersebut belum juga berakhir.







