Medan, Gelora Info — Pemerintah tengah mematangkan program Satu Orang Satu Rekening yang ditargetkan mulai direalisasikan dalam waktu dekat. Melalui program ini, masyarakat yang memenuhi kriteria akan mendapatkan rekening bank secara gratis dengan saldo awal sebesar Rp50.000. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan proses finalisasi masih berlangsung dan pemerintah menargetkan pembukaan rekening tersebut dapat terlaksana dalam dua bulan ke depan. Program ini menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi pemerintah pada akhir 2026 sekaligus upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan.
Program tersebut tidak diberikan kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Pemerintah menargetkan sekitar 25,16 juta penduduk berusia 17 tahun ke atas yang berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 4 dan belum memiliki rekening bank. Kelompok desil tersebut merupakan bagian dari pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat, sehingga sasaran program diprioritaskan kepada warga dengan tingkat kesejahteraan lebih rendah. Untuk menjalankan program ini, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,28 triliun yang bersumber dari APBN.
Selain memberikan rekening baru, pemerintah juga menyiapkan saldo awal Rp50.000 untuk setiap penerima. Pembukaan rekening ini tidak hanya bertujuan agar masyarakat memiliki akses ke layanan perbankan, tetapi juga untuk mempermudah penyaluran bantuan sosial dan berbagai program pemerintah lainnya. Dengan semakin banyak masyarakat yang memiliki rekening, penyaluran bantuan diharapkan bisa berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran. Pemerintah juga menargetkan program ini dapat meningkatkan inklusi keuangan nasional dari sekitar 93 persen menjadi mendekati 99 persen.
Hingga saat ini, pemerintah masih menyiapkan regulasi, pendataan penerima, serta mekanisme pembukaan rekening bersama pihak perbankan. Data calon penerima akan mengacu pada basis data pemerintah, termasuk data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) juga disebut akan terlibat dalam penyediaan layanan rekening tersebut. Meski target pelaksanaan sudah disampaikan, pemerintah belum mengumumkan secara rinci cara masyarakat mengecek status penerima maupun mekanisme pembukaan rekeningnya.







